Allah itu satu

 

Materi: Tauhid.

Target kompetensi:

  1. Anak memahami makna tauhid.
  2. Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi Nya.
  3. Anak memahami bahwa Esa itu satu.

Persiapan:

  1. Jelaskan makna tauhid pada Allah.
  2. Yaitu mengesakan Allah, tidak mempersatukanNya. Hanya Allah sajalah yang mengatur segala urusan kita. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah itu satu. (Selengkapnya lihat materi pada pembahasan iman kepada Allah)
  3. Jelaskan isyarat bilangan 1–5 dengan jari-jari tangan.
  4. Bilangan satu (mengacungkan telunjuk) dan bilangan dua (mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah), bilangan tiga (mengacungkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis) dan seterusnya.

Permainan:

  1. Perintahkan anak agar mengucapkan “Allah Maha Esa” ketika instruktur menunjukan isyarat satu jari. Jika instruktur mengacungkan jumlah selainnya maka anak mengucapkan “tidak!!”
  2. Instruktur mengacungkan isyarat jari tangan dengan jumlah bilangan yang berselang-seling. Misal satu, kemudian empat, kemudian satu lagi, lalu tiga, dan seterusnya.
  3. Anak mengamati isyarat jari yang ditunjukkan oleh instruktur dan mengucapkan sesuai penjelasan no. 1 secara bersama-sama.
  4. Anak yang salah ucap diberi kesempatan menjawab sendiri (agar lebih memahami materi permainan).
  5. Demikian seterusnya sampai target kompetensi tercapai, seluruh anak memahami benar konsep Allah itu Esa (satu). Semakin lama instruktur semakin cepat menunjukkan isyarat jarinya.
  6. Hentikan jika anak terlihat sudah bosan dan lelah.
  7. Berikan apresiasi bagi anak, karena telah bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih kepekaan dalam mengamati, konsentrasi, bersegera dalam memberikan respon terhadap sebuah instruksi.
  • Bahasa: menambah kosakata kata Esa (sama dengan satu), menghubungkan isyarat jari tangan dengan nama bilangan yang dimaksud.
  • Kognitif: memahami konsep tauhid, mengerti bilangan 1–5 .
  • Motorik: mengucapkan dengan lantang, bersuara tepat sesuai instruksi.

Variasi Kegiatan:

  • Permainan ini dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok.
  • Jika dilakukan secara berkelompok, maka sistem menjawab dapat dilakukan secara bersamaan atau giliran satu persatu.
  • Ucapan yang dilontarkan ketika melihat isyarat bilangan satu bisa dimodifikasi dengan kalimat lain. Misal, “laa illaha illallah”, “Allahu Ahad”, dan seterusnya.
  • Untuk usia anak yang lebih besar bisa diajak bergantian menjadi pemandu teman-teman.

 

 

Ciptaan Allah dan Buatan Manusia

 

Materi: mengenali benda ciptaan Allah dan buatan manusia.

Target kompetensi:

  1. Anak memahami bahwa Allah Maha Pencipta.
  2. Anak dapat menyebutkan benda-benda ciptaan Allah.
  3. Anak dapat membedakan benda-benda ciptaan Allah dan buatan manusia.
  4. Anak dapat mengembangkan imajinasi membuat berbagai bentuk dari plastisin.

Persiapan:

  1. Jelaskan pada anak bahwa Allah Maha Pencipta. Allah yang menciptakan alam semesta dan seisinya, seperti: langit, bumi, pohon, gunung, buah, sayur, binatang, dan lain-lain. Namun, ada juga benda-benda yang dibuat oleh manusia seperti kursi, piring, gelas, kue, dan lain-lain. Tentunya atas izin Allah, shingga manusia mampu membuatnya.
  2. Siapkan plastisin berbagai warna.

Permainan:

  1. Instruktur membuat bentuk dari plastisin, satu benda ciptaan Allah (misal apel) dan satu benda buatan manusia (misal piring), lalu menunjukkan ke anak, mana yang ciptaan Allah, mana yang buatan manusia.
  2. Anak yang dapat menjawab, mendapat jatah plastisin untuk dibentuk sesukanya.
  3. Sementara anak tersebut membentuk, instruktur membuat benda yang lain dan menanyakan pada anak lain benda apakah itu? Ciptaan Allah atau buatan manusia.
  4. Jika ada anak berhasil menjawab dengan tepat, maka diberi satu jatah plastisin untuk dibentuk sesukanya.
  5. Setelah anak-anak selesai membentuk, persilakan untuk menceritakan benda apa yang telah dibuatnya. Ciptaan Allah atau buatan manusia, apa manfaatnya. Diskusikan lebih banyak tentang benda tersebut bersama teman lain.
  6. Demikian seterusnya sampai anak dapat mengenal benda cukup banyak dan mengeksplorasi info tentang benda tersebut dengan berdiskusi.
  7. Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
  8. Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih keberanian menjawab dan mengungkapkan ide, menuangkan imajinasi dalam bentuk seni.
  • Bahasa: menggali beberapa informasi tentang sebuah benda dan mngembangkan dalam diskusi, menceritakan deskripsi sebuah benda.
  • Kognitif: memahami bahwa Allah Maha Pencipta. Mengenal macam-macam benda ciptaan Allah dan buatan manusia. Mengelompokkan berdasar kategori tertentu.
  • Motorik: membentuk berbagai macam bentuk benda menggunakan plastisin.

Variasi Kegiatan

  • Tema pembahasan dapat lebih dispesifikkan, misal: benda-benda di sekitar sekolah, benda-benda di taman, dan lain-lain.
  • Plastisin dapat dimodifikasi dengan tanah liat atau lainnya.
  • Permainan dapat dilakukan berkelompok dengan menugaskan satu kelompok membuat benda ciptaan Allah sebanyak mungkin, lalu kelompok lain diberi tugas membuat benda buatan manusia sebanyak mungkin. Regu yang menang adalah yang paling banyak membuat berbagai bentuk benda dari jatah plastisin di kelompoknya.
  • Untuk anak dengan usia yang lebih besar, permainan dapat dikembangkan dengan menambahkan permainan jual-beli benda-benda yang telah dibentuk. Dengan demikian anak adapat mempelajari teknik jual-beli dan mengetahui mana saja benda yang dapat dijual serta perkiraan harganya.

 

 

Surga dan Neraka

 

Materi: Mengenal surga dan neraka

Target Kompetensi:

  1. Anak mengetahui bahwa Allah menciptakan surga dan neraka.
  2. Anak dapat mengetahui hakikat surga dan neraka.
  3. Anak memahami bahwa perbuatan-perbuatan buruk dapat menjerumuskan ke neraka dan perbuatan baik membawa ke surga.

Persiapan:

  1. Jelaskan pada anak hakikat penciptaan surga dan neraka.
  2. Surga adalah balasan bagi orang-orang yang melakukan amal shalih dan kebaikan. Neraka adalah balasan bagi orang-orang yang melakukan kemaksiatan/perbuatan buruk. Perlu ditambahkan juga, bahwa seseorang masuk ke dalam surga bukan semata karena amalannya, namun karena rahmat kasih sayang Allah.
  3. Jelaskan kepada anak beberapa contoh perbuatan baik dan perbuatan buruk.
  4. Siapkan 2 set gambar atau tulisan tentang perbuatan baik dan buruk. Contoh perbuatan baik: shalat, membaca Qur’an, membantu ibu, dan lain-lain. Contoh perbuatan buruk: berkelahi, merusak tanaman, mencuri, berbohong, mengejek, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain.
  5. Siapkan papan tempel berisi 2 kolom, kolom pertama untuk kategori SURGA, dan kolom kedua untuk kategori NERAKA.

Permainan:

  1. Bagilah anak menjadi dua regu.
  2. Bagilah gambar-gambar atau tulisan-tulisan perbuatan baik dan buruk menjadi dua sama jumlahnya.
  3. Letakkan masing-masing dalam satu wadah, letakkan di garis start berjarak beberapa meter dari papan tempel.
  4. Masing-masing regu berdiri di garis start. Dibelakang wadah gambar-gambar/tulisan.
  5. Instruktur memberi aba-aba “satu, dua, tiga” atau “wahid, itsnan, tsalatsah”.
  6. Masing-masing anggota regu secara bergantian mengambil satu gambar (atau tulisan) perbuatan baik atau burukkemudian berlari dan menempelkan sesuai kategori di papan tempel. Perbuatan baik ditempel dikolom SURGA, dan perbuatan buruk ditempel dikolom NERAKA.
  7. Demikian seterusnya sampai seluruh gambar atau tulisan di dalam wadah habis.
  8. Pemenangnya adalah regu yang paling cepat menyelesaikan permainan dan paling banyak benarnya.
  9. Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
  10. Berikan apresiasi bagi anak, karena telah bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih kerjasama antar anggota tim, melatih kepekaan menentukan pilihan sesuai kategori.
  • Bahasa: menyusun kata berdasar kategori, menambah perbendaharaan kata tentang perbuatan baik dan buruk, surga dan neraka.
  • Kognitif: memahami berbagai macam perbuatan baik dan buruk serta konsekuensinya kelak di akhirat.
  • Motorik: berlari, mengambil sesuai sasaran, menempel sesuai kategori.

Variasi Kegiatan:

  • Permainan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok.
  • Materi dapat divariasikan dengan yang lain, misal kategori macam-macam rukun iman dan rukun Islam, kategori nama-nama Allah dan nama-nama Nabi, kategori rukun shalat dan rukun wudhu, dan lain-lain. Sesuaikan dengan kemampuan anak dan target kompetensi yang sedang diajarkan.
  • Selain ditempel, gambar atau tulisan juga dapat disusun saja dalam tempatnya sesuai kategori.
  • Gerak berlari menuju papan tempel dapat dimodifikasi dengan gerakan lainnya, misal jalan jongkok, loncat satu kaki, balap karung, dan lain-lain.

 

Sumber: Abu Raihan dan Ummu Raihan, 2020. Mendidik Anak Dengan Game Islami. Kartasura Sukoharjo: Gazzamedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *