Akidah Pondasi Utama
Pengertian Akidah
Secara bahasa, akidah berasal dari kata عَقِدَ yang artinya mengikat, karena memang berfungsi mengikat orang yang menyakininya, sehingga seluruh karakter dan gerak-geriknya terikat dengan akidah yang ia anut. Ia tidak akan lepas dari keyakinan tersebut.
Sedangkan akidah menurut istilah umum adalah sesuatu yang diyakini oleh seseorang dengan keyakinan yang sangat kuat, baik sifatnya benar maupun salah.
Menurut istilah khusus dalam agama Islam, akidah adalah beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari Kiamat dan takdir-Nya.
Urgensi Pembelajaran Akidah di Usia Dini
Akidah merupakan landasan dalam kehidupan seorang Muslim. Ibarat sebuah bangunan, akidah adalah pondasinya. Akidah merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Para nabi dan rasul pun telah menyeru kepada akidah yang lurus, dengan menanamkan pemahaman akidah sejak dini. Firman Allah,
وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Dan ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali memegangi agama Islam”. (QS. Al-Baqarah: 132)
Sebelum mempelajari ilmu dan perkara yang lain, selayaknya kita tanamkan kepada anak-anak kita perkara akidah. Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah ﷺ kepada Mu’adz bin Jabal ketika mengutusnya berdakwah ke Yaman,
Hendaknya yang pertama kali kamu ajarkan kepada mereka adalah agar mereka bertauhid kepada Allah. (HR. Bukhari)
Ketika akidah telah tertancap kuat di sanubari anak, ia akan menjadi sosok orang beriman yang berkepribadian kuat, senantiasa berbuat baik, serta meminimalisasi anak melakukan perbuatan buruk, seperti berkata kotor, menipu, dan lainnya karena selalu merasa dalam pengawasan Allah. Orang tua akan memperoleh manfaat besar dengan keberadaan anak shalih.
Meski demikian, masih banyak pendidik dan orang tua menganggap anak kecil tidak layak atau belum paham untuk diberi penjelasan mengenai Al-Quran dan maknanya. Mereka dianggap tidak berhak untuk diberi perhatian terhadap akidahnya. Terkadang dengan berargumen,”Nalar anak kecil masih sederhana, maka tidak baik membebani mereka dengan hal-hal yang rumit dan berat. Tidak baik membebani anak di luar kesanggupan mereka.”
Dalih yang disampaikan memang tidak sepenuhnya salah, namun sayangnya tidak diletakkan pada tempatnya. Wallahu a’lam.
Kurikulum Akidah
Kompetensi dasar: Anak memeahami dasar-dasar agama Islam dan mempunyai keyakinan yang mantap dalam memeluk agama Islam.
Membiasakan Mengucapkan Klaimat Thayyibah
- Mengucapkan syahadat
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Aku bersaksi tiada sesembahan yang benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah utusan Allah
- Bacaan tahlil
لآإِلَهَ إِلاَّ الله
Tidak ada sesembahan yang benar (untuk disembah) selain Allah
- Membaca basmalah ketika memulai suatu aktivitas
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang
- Membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Quran
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
- Membaca tasbih ketika jalan turun dan takbir saat jalan naik
سُبْحَانَ الله
Maha suci Allah
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allah Maha besar
- Membaca Tahmid ketika mendapat nikmat
الْحَمْدُ للهِ
Segala puji bagi Allah
- Membaca istighfar untuk memohon ampun
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Aku memeohon ampun kepada Allah
- Bacaan ketika berjanji
إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ
Jika Allah menghendaki
- Bacaan ketika kagum
مَاشَاءَ اللهُ
Atas kehendak Allah
- Bacaan istirja’ ketika mendapat musibah
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada Nya
Memahami Rukun Iman dan Penjelasannya
- Iman artinya yakin dan percaya pada Allah, yang diiringi ketundukan dalam ucapan dan amalan.
- Iman diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.
- Rukun iman ada 6, yaitu:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat
- Iman kepada kitab-kitab Allah
- Iman kepada para rasul
- Iman kepada hari kiamat
- Iman kepada qadha dan qadar
Mengenal Allah, nama dan sifat-Nya
a) Allah Maha Esa
Tidak beranak, tidak beristri. Dia lah satu-satunya pencipta dan pemilik segala sesuatu, yang mengatur alam semesta, memberi rizki, yang menghidupkan dan yang mematikan.
b) Allahlah satu-satunya yang layak diibadahi. Menyembah, berdo’a, berkurban, nadzar, takut dan berharap hanya kepada Allah.
c) Allah mempunyai nama-nama indah dan sifat-sifat yang sempurna lagi tinggi
d) Nama Allah ada banyak dan tidak ada yang tahu jumlahnya secara tepat kecuali Allah sendiri.
e) Diantara nama Allah antara lain:
- Ar-Rahmaan artinya Maha Pengasih
- Ar-Rahiim artinya Maha Penyayang
- Al’Aliim artinya Maha Tahu
- As-Sami’ artinya Maha Mendengar
- Al Ghaniy artinya Maha Kaya
Mengenal Hakikat, Sifat dan Nama Malaikat
Hakikat dan sifat malaikat:
- Malaikat merupakan salah satu ciptaan Allah yang berasal dari cahaya.
- Malaikat adalah makhluk yang hidup, berakal namun tidak memiliki hawa nafsu.
- Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allahlah yang tahu jumlah mereka.
- Fisik para malaikat kuat.
- Malaikat memiliki sayap yang berbeda-beda, ada yang memiliki 2,3,4 bahkan malaikat Jibril memiliki 600 sayap.
- Malaikat selalu bertasbih dan selalu taat kepada perintah Allah.
Nama dan tugas malaikat
- Jibril bertugas menyampaikan wahyu.
- Mikali bertugas mengatur hujan dan rizqi.
- Israfil bertugas meniup sangkakala ketika datang hari kiamat dan saat kebangkitan manusia.
- Muaqqabat bertugas menjaga manusia.
- Kiraaman Kaatibin bertugas mencatat amal baik/buruk manusia.
- Malaikat penjaga pintu surga.
- Zabaniyah bertugas menjaga pintu neraka.
- Malik bertugas memimpin malaikat Zabaniyah menjaga pintu neraka.
- Ada malaikat yang bertugas memikul arsy, menghadiri majelis ilmu membentangkan sayap kepada yang hadir.
- Malaikat maut bertugas mencabut nyawa.
- Munkar dan Nakir bertugas menanyai penghuni kubur.
Mengenal Kitab Suci Al-Quran dan Kitab-kitab Allah yang lain
a) Al-Quran adalah perkataan Allah, bukan makhluk.
b) Al-Quran disampaikan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam melalui malaikat Jibril.
c) Membacanya mendapat pahala yang berlipat-lipat, setiap hurufnya diganjar dengan 10 kebaikan.
d) Membaca Al-Quran dapat mendatangkan syafa’at (pertolongan) kelak di hari kiamat.
e) Keutamaan Al-Quran:
- Sebagai mu’jizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang terbesar.
- Terjaga kemurniannya, tidak akan ada satu makhluk pun yang mampu membuat semisalnya.
f) Cara Allah menurunkan/ menyampaikan Al-Quran kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
- Melalui mimpi,
- Jibril menyusupkan wahyu kedalam jiwa dan hati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
- Jibril muncul dalam bentuk manusia berbicara langsung menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
- Allah berbicara langsung kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam tanpa perantara,
- Wahyu datang menyerupai bunyi gemerincing lonceng dan malaikat Jibril tidak terlihat oleh pandangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
g) Kitab Allah yang lainnya antara lain:
- Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘Alaihisallam,
- Injil yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa ‘Alaihisallam,
- Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud ‘Alaihisallam.
Mengenal Nabi dan Rasul
- Semua manusia wajib beriman kepada nabi dan rasul utusan Allah.
- Rasul adalah nabi yang mendapatkan wahyu berupa syariat dan diturunkan kepadanya al-kitab.
- Nabi adalah seseorang yang dipilih Allah mendapatkan wahyu untuk menyampaikan/melanjutkan risalah rasul sebelumnya.
- Terdapat 25 nama nabi dan rasul yang disebut di dalam Al-Quran, mereka adalah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Syuaib, Ayyub, Dzulkifli, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ‘Isa, dan Muhammad shalawatullah wa salamuhu ‘alaihim.
- Adapun nabi dan rasul yang tidak diketahui nama-nama mereka, kewajiban kita adalah mengimaninya secara umum.
- Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diangkat menjadi rasul untuk menyempurnakan syariat yang dibawa oleh rasul-rasul sebelumnya, sehingga agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam.
Memahami Peristiwa Hari Akhir
- Hari akhir adalah semua yang terjadi sesudah kematian (alam kubur, ba’ts, hasyr, shuhuf, hisab, mizan, haudh, shirat, syafaat,surga dan neraka).
- Manusia di alam kubur ditanya oleh malaikat tentang tiga hal: siapa sesembahannya selama di dunia, apa agamnya, siapa Nabinya. Barang siapa ditetapkan imannya dan benar jawabannya maka diluaskan tempatnya dan diberi sebagian nikmat akhirat. Barang siapa sesat dalam hidupnya maka dia tidak akan bisa menjawab dengan benar, sehingga disiksa dan dijepit di dalam kuburnya sampai datang kiamat bagi orang kafir dan munafik, atau sampai waktu tertentu sesuai dosa-dosanya bagi orang Islam.
- Malaikat Israfil meniup sangkakala pertama yang mengejutkan dan membuat semua makhluk pingsan, baik di langit maupun di bumi, kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ruh-ruh ketika itu akan dikembalikan kepada jasadnya masing-masing.
- Ba’ts adalah kebangkitan manusia dari kubur setelah malaikat Isrofil meniup sangkakala yang kedua.
- Matahari didekatkan satu mil dan manusia tenggelam dalam keringatnya sesuai kadar iman dan amalnya.
- Kemudian semua manusia dikumpulkan (hasyr) di padang mahsyar menunggu keputusan Allah, semua amal diperlihatkan tanpa ada yang bisa disembunyikan, dilakukan Qishash (balasan) antar manusia, diliputi ketakutan dan kengerian di tempat berdiri mereka dalam keadaan telanjang tidak sempat memperhatikan yang lain karena sangat sibuknya memikirkan nasib dirinya. Mereka mencari orang yang bisa memberi syafaat (pertolongan).
- Kemudian dilakukan penimbangan amal manusia (mizan).
- Dibagikan catatan amal dan Allah melaksanakan penghitungan amal (hisab) dengan memudahkan bagi mu’min serta mempersulit bagi orang kafir dan munafik.
- Allah menyediakan bagi mukmin haudh (telaga yang lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, lebih wangi dari kasturi, gelasnya dari bintang-bintang dan tidak akan haus selamanya jika telah meminum airnya).
- Setiap orang akan melewati shirath (jembatan) yang membentang sebagai jalan menyebrangi neraka menuju surga. Yang bertaqwa akan selamat sampai surga, yang lainnya jatuh ke jurang neraka.
- Surga tempat kembali yang kekal bagi mukmin, luasnya seluas langit dan bumi, bertingkat, segala yang diinginkan terpenuhi, kenikmatan hidup di surga tak terbayangkan sebelumnya, semua dalam keadaan menyenangkan. Kenikmatan yang paling puncak adalah ketika melihat wajah Allah.
- Neraka adalah tempat kembali yang kekal bagi orang kafir dan munafik. Muslim yang berbuat dosa (selain syirik) maka jika Allah kehendaki, ia diampuni atau jika Allah menghendaki ia akan disiksa terlebih dahulu di neraka sebelum dimasukkan ke dalam surga.
Mengetahui Cara Beriman Kepada Qadha dan Qadar
- Qadha adalah takdir/ ketentuan Allah untuk makhlukNya.
- Allah Ta’ala mengetahui dengan ilmu Nya tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nampak maupun yang tersembunyi.
- Allah telah menulis (kitabah) takdir tentang segala sesuatu di lauh mahfuzh sebelum menciptakannya, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.
- Segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak (iradah) dan kekuasaan Allah. Manusia dianugerahi kemampuan untuk memilih perbuatan yang baik atau yang buruk sehingga diberi balasan pahala atau siksa.
- Mengimani dengan penciptaan
Sumber: Abu Raihan dan Ummu Raihan, 2020. Mendidik Anak Dengan Game Islami. Kartasura Sukoharjo: Gazzamedia