IDE PERMAINAN

BELAJAR AKIDAH

  • Regu Seru Kalimat Thayyibah
  • Pohon Rukun Iman
  • Menara Balok Rukun Islam
  • Allah Itu Satu
  • Ciptaan Allah dan Buatan Manusia
  • Surga dan Neraka
  • Mengingat Berantai Asmaul Husna
  • Balon Nama Malaikat
  • Kapal Selam Kitab Para Nabi
  • Halang Rintang Mukjizat Nabi
  • Puzzle Mengenal Nabi Muhammad
  • Kejadian Hari Kiamat

 

Regu Seru Kalimat Thayyibah

Materi: Kalimat thayyibah.

Target Kompetensi:

  1. Anak mengenal berbagai kalimat thayyibah.
  2. Anak hafal kalimat thayyibah.
  3. Anak memahami arti masing-masing kalimat thayyibah.

Persiapan:

  1. Sebutkan beberapa kalimat thayyibah:
  2. Tahlil: laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang benar selain Allah)
  3. Takbir: Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
  4. Tasbih: Subhanallah (Maha Suci Allah)
  5. Tahmid: Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  6. Bagilah anak menjadi 4 kelompok. Beri nama dengan masing-masing kalimat thayyibah (tahlil, takbir, tasbih, tahmid).

Permainan:

  1. Minta masing-masing kelompok berdiri berjajar dengan kelompoknya.
  2. Persilakan masing-masing kelompok membuat gerakan tertentu yang akan menjadi ciri khas kelompok saat melafalkan kalimat thayyibah yang disebut. Misal: meloncat bersama, mengangkat tangan bersama, jongkok bersama, dan lain-lain.
  3. Instruktur berdiri di tengah.
  4. Untuk menguji pemahaman anak, sebutkan satu persatu kalimat thayyibah lalu kelompok yang disebut menyebutkan lafadznya disertai gerakan khas kelompoknya.
  5. Jika seluruh kelompok telah memahami, lakukan permainan, yakni instruktur menyebut nama kalimat thayyibah secara acak.
  6. Kelompok yang disebut, melafadzkan bunyi kalimat thayyibah dengan serempak dan lantang.
  7. Lakukan permainan hingga masing-masing kelompok hafal benar nama dan lafadz kalimatnya.
  8. Tukar nama kelompok hingga seluruh kelompok dapat menghafal nama beserta lafadz kalimat thayyibah. Jangan lupa minta anak menciptakan gerakan baru tiap kali ganti nama kelompok.
  9. Hentikan permainan jika anak terlihat lelah atau bosan.
  10. Berikan apresiasi kepada anak, karena telah bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih konsentrasi, melatih kekompakkan.
  • Bahasa: menambah kosakata kalimat thayyibah.
  • Kognitif: mengetahui nama kalimat thayyibah beserta artinya.
  • Motorik: mengucapkan dengan lantang, bersuara tepat sesuai instruksi, bergerak sesuai ketentuan, olah raga.

Variasi Kegiatan:

  • Permainan individu, anak menghafal keempat kalimat thayyibah beserta gerakannya. Melakukan gerakan dan menyebutkan lafadz sesuai yang disebut oleh instruktur.
  • Untuk anak yang lebih besar dapat diminta menyebutkan beserta artinya.
  • Salah satu anak dapat diminta menggantikan instruktur memberi aba-aba.
  • Gerakan dapat dimodifikasi dengan formasi kelompok (misal membentuk lingkaran, berdiri dan duduk selang-seling.

 

  

Pohon Rukun Iman

Materi: Rukun Iman.

Target kompetensi: Anak memahami makna dan urutan rukun iman.

Persiapan:

  1. Jelaskan pada anak tentang rukun iman beserta urutannya:
  2. Iman kepada Allah
  3. Iman kepada malaikat
  4. Iman kepada kitab Allah
  5. Iman kepada Nabi dan Rasul
  6. Iman kepada hari kiamat
  7. Iman kepada takdir Allah
  8. Siapkan gambar pohon yang cukup besar, serta tuliskan angka 1 sampai 6 di pohon dengan wujud buah mangga. Pohon dapat dibuat dari styrofoam/kertas berwarna, warna hijau tua untuk buah mangga, hijau muda untuk daun dan coklat untuk batang.
  9. Siapkan 6 kartu berbentuk bidang-bidang geometri berbeda jenis, masing-masing bertuliskan satu rukun iman.
  10. Siapkan paku styrofoam/penempel kertas untuk menyematkan kartu-kartu rukun iman pada pohon styrofoam.

Permainan:

  1. Letakkan 6 kartu geometri yang bertuliskan rukun iman dalam sebuah tempat.
  2. Persilahkan anak mengambil satu kartu, baca tulisan yang tertera di dalamnya. Jelaskan bentuk geometri apa yang dipegang oleh anak.
  3. Setelah mengetahui salah satu rukun iman, minta anak menyematkan kartu pada pohon menggunakan paku/pernempel, sesuai angka urutan rukun iman.

Misal: kartu bertulis “Iman kepada Allah” berarti disematkan pada angka di pohon yang tertulis angka 1.

  1. Demikian seterusnya sampai seluruh kartu habis tertempel.
  2. Ulangi permainan sampai target kompetensi tercapi.
  3. Hentikan permainan jika anak terlihat capek dan bosan.
  4. Berikan apresiasi kepada setiap anak karena telah bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih anak dan melatih kepercayaan diri menentukan pilihan.
  • Bahasa: membaca tulisan rukun iman dan membaca angka 1 – 6, mengenal berbagai bentuk bidang geometri.
  • Motorik kasar: mengambil kartu dan berlari menuju sasaran.
  • Motorik halus: menempel kartu sesuai dengan angka yang tertera pada buah mangga di pohon.

Variasi Kegiatan:

  • Materi dapat dimodifikasi dengan urutan rukun Islam, dan lain-lain.
  • Buah yang tertempel di pohon dapat dibuat berwarna-warni agar anak dapat mengenali warna.
  • Angka yang tertullis dapat ditulis menggunakan angka Arab atau angka latin untuk memperkaya aspek kognitif anak.
  • Apabila ingin dimainkan secara berkelompok, dapat dibuat permainan seperti pada game “Surga dan Neraka”.

 

 

Menara Balok Rukun Islam

Materi: Rukun Islam

Target kometensi: Anak dapat menghafal dan mengenal rukun Islam beserta urutannya.

Persiapan:

  1. Ajarkan pada anak urutan rukun Islam dan beri penjelasan ringkas,
  2. Syahadat
  3. Shalat
  4. Puasa
  5. Zakat
  6. haji
  7. Siapkan lima balok berukuran sedang, tempelkan satu nama rukun Islam pada setiap balok.
  8. Siapkan kantong atau keranjang untuk wadah mengumpulkan balok-balok.

Permainan:

  1. Letakkan balok secara terpisah di beberapa tempat dalam satu ruangan yang mudah dijangkau anak.
  2. Beri aba-aba, lalu anak segera berburu mengumpulkan lima balok rukun Islam ke dalam kantong atau keranjang yang dibawa.
  3. Setelah kelima balok terkumpul, anak menuju ke meja yang telah disiapkan dan menyusun balok rukun Islam sesuai urutan, yaitu paling bawah syahadat, kemudian shalat, puasa, zakat dan yang paling atas haji.
  4. Benarkan susunannya jika ternyata anak belum hafal urutannya.
  5. Ulang permainan hingga anak hafal benar urutannya.
  6. Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
  7. Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.

Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:

  • Emosi sosial: melatih kejelian dan kesabaran anak mencari benda yang dimaksud, melatihkepercayaan diri anak menentukan urutan balok.
  • Bahasa: mengenal bermacam-macam rukun Islam sesuai urutannya.
  • Kognitif: memahami arti rukun Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui urutan bilangan 1–5.
  • Motorik: berlari, mengambil barang sesuai sasaran, ketepatan menyusun balok 5 tingkat.

Variasi Kegiatan:

  • Permainan dapat dilakukan secara berkelompok.
  • Jika dilakukan berkelompok, maka balok yang disiapkan menyesuaikan jumlah kelompok. Masing-masing kelompok bekerja sama dan adu cepat mencari untuk mengumpulkan kelima balok, kemudian menyusunnya. Dapat pula dilakukan bergantian tiap kelompok dan dihitung waktu menyelesaikan permainan tersebut untuk menentukan pemenang.
  • Materi rukun Islam dapat pula diganti dengan yang lainnya, seperti rukun iman, nama-nama surga, nama neraka, dan seterusnya.
  • Selain menggunakan balok, dapat pula menggunakan benda lain, misal: bola, karton, atau benda lainnya.

 

Sumber: Abu Raihan dan Ummu Raihan, 2020. Mendidik Anak Dengan Game Islami. Kartasura Sukoharjo: Gazzamedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *