Mengingat Berantai Asmaul Husna
Materi: Asmaul Husna.
Target kompetensi: Anak dapat menyebutkan dan mengingat beberapa Asmaul Husna.
Persiapan:
- Sediakan kartu bertuliskan nama Allah (Asmaul Husna) dan artinya sebanyak mungkin.
- Bagi peserta berjumlah 3–5 anak tiap kelompok.
- Siapkan wadah (keranjang kecil) sejumlah kelompok yang terbentuk.
- Bagi kartu Asmaul Husna ke dalam wadah sesuai jumlah kelompok yang terbentuk.
Permainan:
- Setiap kelompok berdiri membentuk lingkaran.
- Wadah berisi kartu Asmaul Husna beserta artinya diletakkan di tengah lingkaran.
- Masing-masing anak mengambil satu kartu Asmaul Husna.
- Anak pertama membacakan Asmaul Husna yang dia peroleh beserta artinya.
- Anak kedua menyebutkan kembali Asmaul Husna yang diperoleh anak pertama, lalu menyebutkan Asmaul Husna yang dia peroleh sendiri.
- Anak ketiga menyebutkan Asmaul Husna milik anak pertama dan kedua, serta menyebutkan Asmaul Husna yang dia peroleh sendiri.
- Demikian seterusnya hingga anak kelima menyebutkan milik anak pertama sampai keempat dan miliknya.
- Instruktur bertugas mengingatkan apabila ada yang lupa urutannya atau kurang sempurna dalam menyebutkan.
- Jika seluruh anak dalam kelompok telah menyebutkan Asmaul Husna sesuai urutan, maka kartu dikembalikan wadahnya.
- Kemudian masing-masing anak mengambil lagi satu kartu secara acak.
- Ulang permainan seperti tadi sampai anak memiliki cukup banyak perbendaharaan kata Asmaul Husna dan artinya.
- Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
- Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.
Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:
- Emosi sosial: melatih daya ingat dan kepercayaan diri menyebut sesuai urutan.
- Bahasa: mengucapkan Asmaul Husna dan artinya.
- Kognitif: memahami berbagai macam Asmaul Husna, arti dan menghafalnya.
- Motorik: mengambil kartu, berbaris membentuk lingkaran.
Variasi Kegiatan:
- Jumlah peserta tiap kelompok disesuaikan dengan kemampuan dan daya ingat anak. Semakin muda usianya maka semakin sedikit anggota kelompoknya agar tidak terlalu banyak Asmaul Husna yang harus dihafal dan disebutkan.
- Apabila anak belum dapat membaca, maka instruktur membantu membacakannya.
- Anak yang lupa urutan Asmaul Husna milik teman sebelahnya, dapat diberi sanksi yang mendidik, misal menyebutkan tiga kali Asmaul Husna miliknya sendiri.
Balon Nama Malaikat
Materi: Malaikat dan tugasnya.
Target Kompetensi:
- Anak memahami bahwa Allah menciptakan malaikat.
- Anak memahami nama-nama malaikat dan tugasnya masing-masing.
Persiapan:
- Jelaskan pada anak tentang penciptaan malaikat beberapa nama malaikat dan tugasnya masing-masing (selengkapnya dapat dilihat di bab panduan kurikulum) sampai anak memahami dengan baik.
- Siapkan kartu-kartu dari karton atau kardus bekas bertuliskan tugas malaikat.
- Siapkan kertas bertuliskan nama malaikat dan tempelkan pada balon-balon warna-warni.
Permainan:
- Letakkan kartu-kartu bertuliskan tugas malaikat di dalam wadah.
- Persilakan anak mengambil satu kartu dan membaca tulisannya.
- Setelah mengetahui tugas malaikat yang ada pada kartu tersebut, anak diminta memilih balon bertuliskan nama malaikat yang sesuai dengan tugas tersebut. Misal “menyampaikan wahyu” berarti anak tersebut harus mengambil balon bertuliskan “jibril”.
- Demikian seterusnya sampai seluruh kartu dalam wadah habis.
- Ulang permainan sampai target kompetensi tercapai, anak faham tugas dan nama-nama malaikat.
- Hentikan jika anak terlihat sudah bosan dan lelah.
- Berikan apresiasi bagi anak, karena telah bermain dengan baik.
Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:
- Emosi sosial: melatih kepercayaan diri menentukan pilihan, melatih keberanian.
- Bahasa: membaca nama-nama malaikat dan tugasnya.
- Kognitif: memahami nama malaikat dan masing-masing tugasnya, memasangkan berdasar kategori.
- Motorik: mengambil benda sesuai sasaran, berlari menuju sasaran.
Variasi Kegiatan:
- Permainan ini dapat dilakukan secara individu maupun berpasangan/berkelompok. Jika dilakukan berkelompok maka dapat dibuat sistem lari estafet saling menyalurkan kartu tugas malaikat sampai digaris finis dan mengambil balon nama malaikat sesuai tugasnya.
- Materi dapat divariasikan, misal: nama nabi dan kitab yang dibawa, nama nabi dan kaum yang didakwahinya, dan lain-lain.
- Gerak menuju balon yang akan diambil dapat dimodifikasi dengan berbagai gerakan lain, Misal: loncat, jalan jongkok, atau dengan memberi halang rintang.
- Sesuaikan materi dengan kemampuan dan usia anak.
Kapal Selam Kitab Para Nabi
Materi: Nabi dan kitabnya.
Target kompetensi: Mengenal nama-nama Nabi dan kitabnya.
Persiapan:
- Jelaskan nama-nama Nabi dan kitabnya berulang-ulang hingga anak menghafalnya. Misal:
- Nabi Muhammad: Al-Quran
- Nabi Musa: Taurat
- Nabi Isa: Injil
- Nabi Daud: Zabur
- Siapkan beberapa botol bekas air mineral (kecil atau tanggung) sebagai miniatur kapal selam. Letakkan gulungan kertas yang berisi pertanyaan seperti “Apakah nama kitab Nabi Musa?”, “Apakah nama kitab Nabi Muhammad?”.
- Agar lebih menarik, botol dapat dicat agar tampak seperti kapal selam.
- Letakkan kapal selam tersebut di atas tempat yang agak tinggi dan siapkan kursi untuk mengambilnya.
- Siapkan kelereng-kelereng atau kerikil yang cukup, untuk diisikan kedalam botol aqua.
- Siapkan seember air.
Permainan:
- Persilakan anak untuk mengambil botol (di tempat tinggi) dengan menggunakan kursi yang sudah di sediakan (memanjat). Lalu turun dengan cara meloncat.
- Persilakan anak untuk membukanya dan membaca kertas intruksi di dalamnya serta menyebutkan jawabannya.
- Setelah menjawab pertanyaan dalam kapal selam, persilakan anak untuk menutup kembali kapal selamnya kemudian mengapungkan di atas air. Jelaskan mengapa botol mengapung di atas air.
- Kemudian minta anak untuk mengisi kapal selamnya dengan kelereng atau kerikil hingga penuh/berat dan diceburkan dalam ember.
- Amati kapal selam yang tenggelam di dalam air. Jelaskan mengapa kini botol tenggelam?
- Demikian seterusnya hingga semua pertanyaan di dalam kapal selam dapat terjawab.
- Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
- Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.
Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:
- Emosi Sosial: melatih keberanian dan kepercayaan diri untuk mencoba sesuatu yang baru.
- Bahasa: membaca dan menjawab pertanyaan di kapal selam.
- Kognitif: memahami nama-nama Nabi dan kitab yang diturunkan padanya. Mempelajari konsep sains tenggelam dan terapung.
- Motorik halus: membuka/menutup tutup botol dan mengisi/menakar kelereng.
- Motorik kasar: memanjat atau turun kursi, latihan keseimbangan, meloncat dari ketinggian, berjalan menuju sasaran.
Variasi Kegiatan:
- Materi dapat divariasikan dengan materi diniyah lain.
- Botol kapal selam dapat diletakkan di tempat yang jauh agar anak dapat tambahan aspek motorik yaitu berjalan atau berlari.
- Kelereng atau kerikil dapat divariasikan dengan biji-bijian, beras, dan lain-lain agar anak mengenal berbagai jenis benda untuk menakar.
- Selain konsep tenggelam dan terapung, dapat juga dikenalkan konsep sains yang lain, misal: meluncur, menggelinding. Bedakan botol yang berat dan ringan.
Puzzle Mengenal
Nabi Muhammad
Materi: Mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam.
Target kompetensi: Anak mengetahui kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam.
Persiapan:
- Ceritakan tentang kisah hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam (selengkapnya dapat di baca pada bab panduan kurikulum bagian tarikh).
- Siapkan kertas lipat warna-warni, potong menjadi dua bagian menurut garis tengah zig-zag, lengkung, atau lancip (pilih salah satu, agar menyerupai puzzle bila kedua bagian tersebut digabungkan).
- Pada kertas lipat berwarna sama, potongan pertama kertas lipat tuliskan pertanyaan mengenai Nabi Muhammad dan pada potongan kedua tuliskan jawabannya. Misal:
Pertanyaan: Ibunda Nabi Muhammad? (Potongan 1)
Jawab: Aminah (Potongan 2)
- Tulislah pertanyaan dan jawaban pada semua pasangan kertas lipat yang tersedia.
- Tarik garis di tengah white board sehingga terbagi menjadi dua sisi. Tempel (menggunakan lem kertas/isolasi perekat agar mudah dilepas) potongan-potongan kertas berisi pertanyaan pada salah satu sisi white board, dan tempelkan pula potongan-potongan kertas berisi jawaban pada sisi seberang. (urutan pertanyaan dan jawaban disusun acak).
Permainan:
- Persilakan anak-anak berdiri di tengah antara kedua sisi white board yang tertempel pertanyaan dan jawaban.
- Jelaskan aturan mainnya.
- Minta salah satu anak yang berani bermain terlebih dahulu untuk maju kedepan.
- Persilakan anak memilih salah satu warna yang dia suka, lalu melepasnya dari white board.
- Minta anak mencari potongan puzzle yang sesuai, lalu merekatkannya kembali berdampingan dengan pasangannya.
- Minta anak membacakan pertanyaan dan jawaban yang telah diperoleh.
- Biarkan teman-teman lain mengulang kembali menyebutkan pertanyaan dan jawabannya.
- Lakukan permainan tersebut sampai seluruh kertas pertanyaan dan jawaban dapat digabungkan atau seluruh anak telah mendapat giliran bermain.
- Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
- Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.
Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:
- Emosi sosial: melatih kepercayaan diri anak untuk memilih warna kesukaan dan mencari potongan puzzle yang sesuai.
- Bahasa: menyebutkan warna, membaca pertanyaan dan jawabannya.
- Kognitif: mengenal warna, menyusun puzzle sederhana, mengenal Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam.
- Motorik: mengambil benda sesuai ketentuan, berlari, memasangkan puzzle.
Variasi Kegiatan:
- Jika jumlah anak cukup banyak, permainan ini dapat dibuat beregu masing-masing 2 orang dengan sistem estafet.
- Potongan puzzle dapat juga diletakkan pada dua buah wadah yang berbeda antara pertanyaan dan jawabannya, lalu anak berusaha menggabungkan keduanya hingga semua puzzle tersusun seluruhnya.
- Materi pertanyaan dan jawaban dapat ditingkatkan sesuai usia dan kemampuan anak.
- Jika anak telah lancar membaca maka pemasangan puzzle tidak lagi berdasar kesamaan warna tetapi berdasar jawaban (anak mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan yang diperoleh).
Halang Rintang Mukjizat Nabi
Materi: Mukjizat Nabi.
Target Kompetensi: Mengetahui mukjizat yang diturunkan Allah kepada para Nabi.
Persiapan:
- Ceritakan beberapa kisah tentang mukjizat para Nabi, misal:
- Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihiwasalam: Al-Quran,
- Nabi Musa: membelah lautan,
- Nabi Ibrahim: tidak terbakar oleh api,
- Nabi Sulaiman: berbicara dengan hewan.
- Buatlah papan dari karton yang bisa digantung atau ditempel bertuliskan nama-nama Nabi tersebut.
- Buat pula papan dari karton bertuliskan mukjizat-mukjizatnya.
- Siapkan kapur tulis.
Permainan:
- Tempel karton yang bertuliskan nama para nabi pada tembok, atau bisa juga karton yang bertulis mukjizat, atau kombinasi keduanya (berselang seling). Sisa karton pasangannya dikumpulkan dalam tempat terpisah.
- Gambarlah pola lingkaran dengan kapur tulis di lantai pada sepanjang ubin menuju tembok.
- Beberapa lingkaran di sebelah kiri, beberapa lingkaran di sebelah kanan, di antara lingkaran tersebut disisipi dua buah lingkaran (kiri dan kanan sekaligus berdampingan). Maksud lingkaran kiri untuk diinjak dengan kaki kiri, lingkaran kanan untuk diinjak kaki kanan, lingkaran 2 berdampingan untuk diinjak kedua kaki.
- Minta anak mengambil satu karton dari tumpukan, cari dan tempelkan pada pasangannya, misal Al-Qur’an pasangkan pada karton Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassallam dengan terlebih dahulu melewati pola lingkaran tadi.
- Lakukan hingga karton habis, lebih seru bila dilombakan.
- Hentikan permainan jika anak terlihat bosan atau lelah.
- Beri apresiasi atas keberhasilan anak bermain dengan baik.
Aspek yang terstimulasi dari permainan ini:
- Emosi sosial: mengambil keputusan, melatih keberanian.
- Bahasa: mengucapkan nama Nabi dan mukjizatnya.
- Kognitif: mengetahui kisah mukjizat para Nabi dan tujuan Allah memberikan mukjizat para Nabi.
- Motorik: berjalan satu kaki, melompat, berlari.
Variasi Kegiatan
- Model rintangan yang dilewati dapat disesuaikan dengan usia anak-anak.
- Rintangan dapat dibuat dari benda, misalkan: kursi, meja, balok titian, jembatan keseimbangan, dan lain-lain.
- Pertanyaan dapat divariasikan, misalkan: pasangan nama Nabi dan kitabnya, pasangan nama Nabi dan nama kaumnya, dan lain-lain.
Sumber: Abu Raihan dan Ummu Raihan, 2020. Mendidik Anak Dengan Game Islami. Kartasura Sukoharjo: Gazzamedia.